Minggu, 13 Juni 2010

dolar gratis

Mungkin ini adalah cara paling mudah diantara sekian banyak program online untuk mencari uang di internet. Kamu hanya perlu melakukan registrasi, dan menginstal program yang diberikan. Selanjutnya kamu hanya perlu terkoneksi dengan internet, lalu dolar sudah mengalir. Tidak perlu mengklik iklan, tidak harus memasang kode HTML, dan lain sebagainya. Sangat mudah. sekali untuk di kerjakan…! Yang penting teman - teman online dan dengan sendirinya dolar mengalir.


Untuk pendaftaran ikuti langkah - langkah berikut : .

* 1. Buka situs Green Horse dengan Klik "http://tickerbar.info/join_now.ghc?r=266893819" untuk menjadi member pada situs ini FREE alias Gratis…!

# 2. Selanjutnya isi formulir yang disediakan dengan data yang diminta, isi dengan data asli kamu selengkap mungkin dan pastikan dengan benar, Selesai lanjut klik tombol ” Go to Step 2 “

.
# 3. Sekarang isikan data pribadi Kamu untuk membuat Account Kamu, isikan dengan data yang akurat dan benar, terutama data nomor telephone dan alamat lengkap Kamu, selanjutnya klik ” Go To Final Step “.“

.
# 4. Kamu telah menyelesaikan langkah 2, klik tombol Activate Account untuk mengaktifkan Account Kamu. “

.
# 5. Kini account Kamu telah aktif dan Kamu akan memperoleh ucapan selamat. “

.
# 6. Secara otomatis pula Kamu akan langsung ditawari untuk mendownload Tickerbar yang disertai nomor kode Kamu. Apabila permintaan download tidak muncul, Kamu bisa klik link yang ada pada bagian paling bawah. Tickerbar mengklaim bahwa program Tickerbar atau sejenis Toolbar tersebut yang di download oleh para member tidak/bukan spyware, dan juga tidak mengandung worm dan virus. Saya telah mencoba melakukan scanning dengan beberapa antivirus memang tidak tertedeksi adanya program-program jahat tersebut. “

.
# 7. Tunggu proses download dilakukan sampai selesai. “

.
# 8. Setelah selesai, lakukan instalasi file tersebut dengan menjalankan file yang Kamu download tadi. Sebelum melakukan proses instalasi, pastikan koneksi internet Kamu dalam kondisi aktif. “

.
# 9. Apabila muncul pertanyaan mengenai nama Kamu, klik saja Yes. “

.
# 10. Untuk mempercepat proses instalasi, pilih saja tombol ” No-Question-Askes Installation “.“

.
# 11. Sekarang Kamu harus menyetujui Terms Of Service, klik Yes, I do. “

.
# 12. Tunggu proses instalasi dilakukan sampai selesai. Setelah proses instalasi selesai maka akan muncul ikon Tickerbar berupa gambar uang di taskbar ( bagian bawah komputer Kamu berwarna hijau ). Menurut aturan sebenarnya Kamu akan dibayar apabila mengaktifkan Tickerbar tersebut sehingga menampilkan iklan. Untuk menampilkan iklan, klik dua kali pada ikon uang hijau tersebut. Lalu di komputer Kamu pada bagian atas akan muncul iklan berjalan. Kamu akan memperoleh $0,01 untuk setiap jam komputer Kamu online. “

Walau demikian Kamu tetap bisa memperoleh $0,01 setiap jam dengan tidak menampilkan pesan iklan. Yang penting Kamu dalam kondisi online, cukup menampilkan ikon Tickerbar saja. Klik pada bagian paling kanan yang berupa tanda panah dua menunjuk ke bawah, maka tampilan windows kembali normal. Untuk mengetahui ID Kamu pada program tersebut, klik kanan pada ikonnya dan klik About.
Berbagai pengaturan dan mengetahui berapa dolar yang Kamu peroleh dari Tickerbar, Kamu bisa lakukan pada halaman member. Untuk masuk halaman member, klik pada Member Login. Kemudian masukkan email dan password yang Kamu gunakan sewaktu mendaftar dan klik tombol Login. Pada halaman pertama yang muncul, Kamu bisa mengetahui berapa banyak dolar yang sudah Kamu kumpulkan. Untuk memilih jenis iklan tertentu saja yang muncul pada layar komputer Kamu, klik pada Tickerbar Options yang terdapat pada panel kiri. Kemudian pilih jenis iklan yang Kamu inginkan, dan klik tombol Update News Prefs. .
Sepertinya penghasilan Kamu sangat kecil apabila hanya mengandalkan online saja. Sebaiknya Kamu aktif untuk memperkenalkan program ini kepada teman-teman Kamu untuk menjadi downline. Semakin banyak downline yang Kamu miliki, semakin besar pula dolar yang akan Kamu terima. Ada 6 level yang bisa Anda coba untuk memperoleh dolar yang semakin besar. .

Selasa, 08 Juni 2010

uang tambahan

biar internetan g cuma buang duit,,,ikuti cara berikut...
1. Masuk ke Link di bawah ini.
2. Pilih Daftar sekarang KLIK DI SINI.
2. Daftarkan nama dan email kamu. (GRATIS)
Gampang kan.....????

dapat uang gratis

caranya klik link berikut

http://www.komisiGRATIS.com/?id=ayfara@ymail.com

Minggu, 30 Mei 2010

review buku Sejarah teori antropologi II

SEJARAH TEORI ANTROPOLOGI II

Koentjaraningrat

I. Pengantar

Buku Sejarah Teori Antropologi II merupakan seri lanjutan dari buku Koentjaraningrat sebelumnya (Sejarah Teori Antropologi I). Pada buku sebelumnya Koentjaraningrat telah banyak mengurai hal-hal yang berkaitan dengan sejarah dan awal mula munculnya ilmu antropologi di dunia serta perkembangannya di Amerika Serikat dan di beberapa negara Komunis. Sedangkan buku lanjutan ini lebih memusatkan bahasan pada konsepsi-konsepsi dalam antropologi serta cabang-cabang teori antropologi. Seperti pada paper sebelumnya (Sejarah Teori Antropolofi I), paper ini juga merupakan uraian singkat dari pemahaman saya terhadap buku Koentjaraningrat (Sejarah Teori Antropologi II). Hal-hal yang berkaitan dengan tema dan substansi utama akan coba saya tampilkan disertai penafsiran seperlunya guna menghindari keterputusan bahasan, karena buku ini merupakan sebuah reduksi –disamping pandangan Koenjtaraningrat sendiri- dari banyak referensi buku-buku antropologi penting di dunia. Oleh karena itu selanjutnya, dalam membuat pembahasan berupa ikhtisar perlu juga kiranya diupayakan memiliki korelasi yang faktual dengan kalimat atau anelia yang diacu. Terakhir berupa kesimpulan, yakni pemaparan inti yang mencoba disampaikan Koentjaraningrat dan tidak menutup kemungkinan juga akan mencantumkan kritik serta saran yang relevan –dari saya selaku pembaca-.

II. Cakupan Isi

Pada buku seri kedua ini Koentjaraningrat membatasi isi dalam enam bab utama yakni [1] antropologi dan penelitian komparatif, [2] konsepsi-konsepsi antropologi psikologi, [3] konsepsi-konsepsi mengenai perubahan kebudayaan, [4] kebudayaan folk, komuniti kecil, jaringan kerabat, dan jaringan sosial, [5] cabang-cabang spesialisasi dalam antropologi, [6] antropologi terapan dan antropologi pembangunan. Kembali lagi pada konteks ini sangat tidak mungkin akan membahas seluruh bab utama tersebut, oleh karena itu ikhtisar pembahasan akan dilakukan dengan mengambil repertoar bab yang dipandang menjadi kunci utama dalam penulisan buku ini.

Di awal bahasan Koentjaraningrat memusatkan perhatiannya pada antropologi kaitannya dengan penelitian komparatif (perbandingan). Walaupun metode komparatif banyak ditentang pula oleh banyak ahli antropologi (menurut Koentjaraningrat adalah Levi-Strauss dan pengikutnya) namun tidak dapat dipungkiri bahwa penelitian dengan metode ini juga memiliki sisi yang penting. Bagi Koentaraningrat –seperti halnya pandangan A.J.F Kobben- penelitian komparatif dan non komparatif memiliki satu dimensi yang sama-sama penting dalam pengembangan ilmu antropologi, karena pada dasarnya mereka akan saling menunjang. Bagi ilmu antropologi yang berusaha mencapai pengertian mengenai tingkah-laku makhluk manusia pada umumnya melalui upaya mempelajari data-data beragam kebudayaan suku-bangsa seluruh dunia yang jumlahnya beribu-ribu, maka tanpa penelitian komparatif ilmu itu tidak ada artinya bila kita menghendaki generalisasi-generalisasi mengenai tingkah laku manusia. Sebaliknya, tanpa penelitian yang mendalam mengenai fungsi sosial dari semua unsur, pranata, dan aspek kebudayaan dalam suatu masyarakat yang hidup, maka suatu penelitian komparatif hanya menghasilkan generalisasi-generalisasi mengenai hal-hal yang dangkal saja. Dengan demikian keduanya sama-sama pentingnya.

Dengan tidak hanya memposisikan penelitian komparatif pada satu dimensi yang penting dalam antropologi, Koentjaraningrat juga merambah bahasan pada satu sisi bidang antropologi lain yakni psikologi (antropologi psikologi). Bagi Koentjaraningrat, antropologi psikologi yang terutama barkembang di Amerika menjadi sedemikian luasnya dan kini merupakan sub-disiplin ilmu tersendiri. Mula-mula antropologi psikologi berkembang karena [a] ada ahli-ahli antropologi yang dalam usaha memandang suatu kebudayaan sebagai suatu kesatuan yang holistik, memfokuskan pada “watak khas” atau ethos yang dipancarkan oleh kebudayaan yang sedang diteliti. [b] Karena ada yang berhasrat meneliti sampai di mana konsep-konsep atau teori-teori psikologi yang dikembangkan berdasarkan data dari kebudayaan-kebudayaan Eropa Barat dan Amerika metropolitan, bersifat universal dan dapat diterapkan pada individu-individu yang hidup dalam kebudayaan dan masyarakat di luar lingkungan tersebut. [c] Karena ada yang berkeinginan mendeskripsi kepribadian umum penduduk dari suatu kebudayaan tertentu dengan cara yang lebih ilmiah dan lebih teliti. Kecuali ketiga sebab tersebut, menurut Koentjaraningrat, antropologi psikologi juga berkembang karena adanya perhatian baru terhadap suatu masalah yang lama sebelum antropologi dan sosiologi itu ada, sudah ada dalam filsafat sosial. Masalah itu adalah hubungan antar individu dan masyarakat.

Selanjutnya Koentjaraningrat juga dalam bab utama yang dibahasnya menyinggung terkait dengan konsepsi-konsepsi mengenai perubahan kebudayaan, akulturasi dan inovasinya. Kesemuanya menunjukkan adanya gerak-gerak migrasi dari bangsa-bangsa yang membawa berbagai unsur-unsur kebudayaan untuk saling mempengaruhi pada kebudayaan bangsa lain yang mereka lalui ketika bermigrasi, sehingga menyebabkan perubahan-perubahan dalam kebudayaan-kebudayaan aslinya. Dalam konteks ini saya tidak akan membicarakan lebih lanjut terkait bahasan Koentjaraningrat mengenai perubahan kebudayaan karena bahasan mengenai bab ini banyak dan –bagi saya- sudah termaktub dalam isi dan bahasan pada buku serupa di jilid I (lihat bab 3 dan bab 4 jilid I).

Koentjaraningrat juga memusatkan bahasannya pada kebudayaan folk, komuniti kecil, jaringan kerabat, dan jaringan sosial. Penelitian terhadap suatu komuniti sebagai sautu kajian sosial holistik telah lama dilakukan para ahli antropologi, dan metodologi mencatat data hingga detail yang sekecil-kecilnya, yang dilakukan selama tidak kurang dari satu tahun, telah berkembang dalam antropologi setelah B. Malinowski yang melakukannya di kepulauan Trobriand. Sementara itu penelitian yang dilakukan terhadap kebudayaan-kebudayaan suku-bangsa yang memiliki sejarah peradaban tinggi seperti apa yang dilakukan oleh Redfield terhadap kebudayaan Indian Aztez (1930) telah menyebabkan berkembangnya konsep mengenai kebudayaan diantara yang tinggi dan yang primitif yakni kebudayaan ‘folk’. Kebudayaan folk bagi Koentjaraningrat merupakan sebuah kebudayaan rakyat umum yang berbeda dari kebudayaan-kebudayaan primitif dan juga kebudayaan tinggi. Sementara mengenai jaringan kerabat dan jaringan sosial hal ini juga sedikit banyak sudah termaktub dalam buku jilid I, sehingga dalam konteks ini tidak saya singgung.

Pembahasan yang menarik –setidaknya menurut saya- dalam buku jilid II ini adalah cabang-cabang spesialisasi dalam antropologi. Dalam konteks ini Koentjaraningrat meletakkan berbagai disiplin ilmu yang merupakan sub anak atau cabang dari ilmu antropologi. Cabang-cabang tersebut meliputi, (a) cabang antropologi ekonomi, yang pada intinya menekankan pada etnografi seputar mata pencaharian suku bangsa di dunia baik yang sudah mengenal sistem industri maupun yang belum, atau merupakan himpunan-himpunan dari berbagai macam sistem mata pencaharian hidup yang disusun menurut sistem klasifikasi tertentu. (b) Antropologi politik, Koentjaraningrat menegaskan bahwa cabang spesialisasi ilmu antropologi ini baru berkembang dengan pesat pada tahun 1940, yaitu tahun terbitnya buku African Political Systems redaksi M. Fortes dan E.E. Evans-Pritchard. Topik-topik yang menjadi bagian dalam ilmu antropologi politik ini meliputi masalah-masalah hukum adat, organisasi kenegaraan, organisasi perang, organisasi kepemimpinan, pemerintahan dan kekuasaan. Masalah-masalah yang menjadi ruang lingkup antropologi politik tersebut diuraikan kembali oleh Koentjaraningrat, namun karena terbatasnya ruang sehingga tidak akan dibahas di sini. (c) Cabang terakhir dari antropologi adalah antropologi pendidikan yang merupakan cabang termuda. Bahkan menurut Kontjaraningrat, di antara para ahli cabang spesialisasi ini ada yang mengatakan bahwa dipandang dari konsep-konsep antropologi, kajian pendidikan belum merupakan spesialisasi yang resmi. Namun, karena dasawarsa lalu makin banyak diperlukan keahlian dalam antropologi pendidikan untuk meneliti masalah-masalah pendidikan sekolah yang kian banyak, terutama pada masyarakat Amerika Serikat, maka dalam kalangan ahli antropologi umunya, antropologi pendidikan sudah dapat dianggap sebagai cabang spesialisasi antropologi yang resmi. Masalah-masalah pendidikan yang diacu dalam konteks ini meliputi masalah enkulturasi, sosialisasi dan transmisi kebudayaan.

Bab terakhir dari rangkaian pembahasan dalam buku jilid II ini berkaitan dengan antropologi terapan dan antropologi pembangunan. Antropologi terapan sudah muncul sejak awal pertengahan abad 19. Jenis ilmu ini menekankan upaya dalam menerapkan ilmu antropologi beserta cabang-cabangnya pada masyarakat suku bangsa yang dianggap “sederhana” maupun “tinggi” untuk mencapaui taraf hidup yang lebih baik. Koenjaraningrat banyak memberikan ilustrasi dalam penerapan ilmu ini pada negara Amerika dan Eropa dalam usahanya memperbaiki nasib suku-suku di luar totalitas negara atau suku bangsanya (misal Indian, Indonesia, dan lain sebagainya). Selanjutnya adalah ilmu antropologi pembangunan, Koentjaraningrat berusaha menegaskan bahwa ilmu antropologi dapat berperan besar dalam mengkaji masalah-masalah ekonomi pembangunan nasional. Terlebih apabila pembangunan nasional tidak hanya dikonsepsikan sebagai pembangunan ekonominya saja, tetapi juga sebagai pembangunan semesta yang menyangkut semua sektor kehidupan nasional, termasuk sektor kehidupan sosial, politik, agama dan budaya.

III. Kesimpulan dan Komentar

Kembali lagi merujuk dari tema utama yakni “sejarah teori” dalam buku jilid-II ini oleh Koentjaraningrat banyak menyinggung aplikasi konsep dan teori antropologi pada jilid sebelumnya secara lebih detail [lihat pada bab IV yang merupakan pengembangan bahasan dari persebaran kebudayaan dari jilid I). Selain itu Koentjaraningrat juga bersaha menguraikan cabang-cabang spesialisasi dari ilmu ini yang memungkinkannya muncul konsep antropologi baru seperti terapan dan pembangunan. Bahasan yang terakhir tersebut [terapan dan pembangunan] tidak lain memiliki pesan tersyirat Koentjaraningrat agar konsep dari ilmu ini dapat diterapkan pada banyak suku bangsa –temasuk di dalamnya Indonesia- untuk mencapai satu pengembangan kebudayaan manusia yang lebih baik.

Namun, karena buku ini adalah hasil dari mereduksi atau kumpulan poin penting dari banyak buku antropologi di dunia, sehingga memungkinkan pembaca tidak mengetahui titik persoalan secara lebih detail dan lengkap dan berbeda ketika membaca teks dan buku karangan yang asli. Namun demikian, di balik tersensornya banyak informasi penting sehingga memungkinkan pembaca buku ini menjadi second hand (melalui perantara yakni Kontjaraningrat), penulis telah berhasil membuat satu hal penting dalam hasil karyanya yakni Sejarah Teori Antropologi II sebagai bank data dalam melihat sejarah perkembangan antropologi dunia. Sekali lagi, dengan membaca buku ini (jilid I dan II) kita diajak menjelajah initi berbagai karangan, buku, tulisan etnografi oleh banyak ahli antropologi dunia. Di sini saya tidak akan mengulang kritik saya yang berkaitan dengan gaya bahasa dan penulisan yang sudah saya singgung di komentar pada buku jilid I, karena terdapat kewajaran-kewajaran tertentu –seperti tahun penulisan buku-. Namun, satu hal yang perlu dicatat, bahwa dengan adanya buku ini bukan berarti kita sudah mengetahui persoalan antropologi seluruhnya (baik konsep, teori, apliksi, dll.) karena buku ini hanya merupakan hasil kumpulan kecil dari banyak buku antropologi di dunia. Terlebih, sudah ± 30 tahun yang lalu buku ini ditulis, sehingga untuk saat ini tentu sudah banyak dan muncul buku, karangan, data-data antropologi baru yang inti bahasannya belum ada pada kedua buku yang ditulis oleh Koentjaraningrat ini.

Selasa, 14 Juli 2009

HATI-HATI TERHADAP PENIPUAN DENGAN IMING-IMING AVANZA

Huh......apa negara kita ini gak malu, kok banyak sekali penipuan yang manggiurkan. Sok-sok pake surat-surat keputusan lagi! jadi ceritanya temenQ abis beli wafer Tango, didalam kemasannya dia nemu kupon hadiah langsung yang mesti digosok dibagian pojok. yang muncul " anda mendapatkan 1. unit mobil avanza". hehehe pasti kaget dunk. hari gini dapat avanza, katanya gratis lagi. Selain kupon ada juga kertas kecil yang isinya macem-macem hadiahnya terus juga syarat-syarat pengambilan hadiah. yang lebih meyakinkan lagi disitu disertakan beberapa no surat keputusan al: mendagri, dirjen pajak, kapolda, satunya lagi lupa hehe...dibawahnya disertakan foto-foto petinggi yang dikasih stempel dan tanda tangan. Pake gambar Dirut PTnya, Irjen Pol, pajak ma notaris. pokoknya meyakinkan banget dech. dikupon juga disertakan nomor contact center yang katanya jangan menghubungi nomor selain nomor itu. Karena penasaran aku hub. nomor itu..021-383-24444 gak nyambung, 0-812-8888-0742 tut tut tut nyambung sodara-sodara..di angkat cowo' yang ngaku JJ (inisial aja dech). dan konfirmasi pake nomor pin yang da di kupon, setelah satu menit disambungkan ke kabag humas (katanya), ngaku bernama SP, dia konfirmasi nomor pin lagi "selamat anda menjadi salah satu pemenang promo Tango BBM, kami seluruh karyawan PT. Ultra Prima Abadi mengucapkan selamat atas keberuntungan anda".hehehe sempet seneng dech aku. "ketentuan dari perusahaan anda harus menyelesaikan biaya administrasi (balik nama, STNK, BPKB) sebesar 2.7jt" wakakakakakak. no rek akan dikasih tahu kalau uang sudah siap untuk di transfer.hehehe (lucu kan?mau kasih no rek ja susah). dah, tlp aku tutup, trus aku buka2 website. tak cari PT. Ultra Prima Abadi........lho?????kok alamat n no tlpnya beda. kalau PT. UPA (aku sendiri yg buat singkatan, buat mempersingkat aja) abal-abal pake alamat jl. Gatot Subroto di JakSel, kalau PT. UPA yg asli di jl. Palmerah JakPus. akhirnya aku tlp ke layanan konsumen bebas pulsa yang ada di kemasan tango. dan........"promo Tango BBM kami sudah berakhir sejak bulan januari kemarin mbak, dan kami tidak pernah menggunakan kupon, pemberitahuan pemenang promo Tango BBM ada dibalik kemasan. kalau ada yang menggunakan kupon berarti jelas itu penipuan, dan lagi kami tidak memungut biaya apapun bagi para pemenang" deng drendeng........pokoknya bagi semua warga negara yang mendapatkan "hadiah" harap berhati-hati. tolong di cek dulu kebenarannya. jangan tertipu pada contact center yang ada di kupon. sebaiknya langsung kontak ke layanan konsumen bebas pulsa aja duech......

Selasa, 09 Juni 2009

saran

jangan mencintai suatu apapun melebihi Tuhanmu, karena kamu akan diberi cobaan melalui cintamu itu...........remember that!!!!!

Rabu, 03 Juni 2009

araQ yg romantis abis......

jika cinta memanggilmu......
temuilah ia walau jalannya terjal berliku.........
jika cinta ingin memelukmu........
dekaplah ia walau kilau pedang di sela sayapnya melukaimu............
karena cinta slaksa hangat pelukan dan seindah ciuman.........
yang takkan dapat kurasakan bila tak kubagi denganmu.......